I.
KONSEP DASAR
SISTEM INFORMASI
A. PENGERTIAN SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma)
dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau
elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau
energi.
Sistem adalah Sistem adalah suatu jaringan
kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang
tertentu”. (Jogiyanto,2005.1).
Dalam
mendefinisikan sistem, ada dua kelompok pendekatan yaitu:
1.
Definisi sistem yang menekankan pada
prosedurnya
Suatu sistem adalah sebagai suatu jaringan
kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan saling berkumpul bersama
– sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran
tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih
menekankan urut-urutan operasi didalam sistem.
Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari
tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan,
Siapa (Who) yang mengerjakannya, Kapan (When) dikerjakan dan Bagaimana (How) mengerjakannya.
2.
Definisi sistem yang menekankan pada
Elemennya
Komponen – komponen atau sub – sub sistem
dalam suatu sistem tidak dapat berdiri lepas sendiri – sendiri akan tetapi
saling berinteraksi, yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam
melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
B. KONSEP DASAR SISTEM
Terdiri dari berbagai aspek dan sudut pandang
yang berbeda – beda sesuai dengan keterangan dalam hal – hal yang berkaitan
dengan sistem memiliki ciri dan karakteristik sebagai berikut :
Gambar konsep dasar Sistem Informasi.
C. PENGERTIAN INFORMASI
Secara
umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam
suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk
pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan
atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan
keputusan.
D. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Secara umum
merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
II.
SIFAT DAN
KARAKTER SISTEM
A. KARAKTERISTIK SISTEM
1.
Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen
yang saling berinteraksi dan saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen
sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari
sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung
komponen-komponen atau subsistem-subsistem.
2.
Batas Sistem (Boundary)
Daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan
Luar Sistem (environment).
Apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat
bersifat merugikan sistem tersebut.Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan
energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara.
Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.
4.
Penghubung Sistem (Interface)
Media antara suatu subsistem dengan sistem
lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Masukan (Input) dari satu subsistem akan
menjadi penghubung dengan Keluaran (output).
5.
Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan kedalam sistem.
Masukan dapat berupa masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal
(signal input). Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan
keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance
input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah
signal input untuk diolah menjadi informasi.
6.
Keluaran Sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan
masukan untuk subsistem yang lain atau kepada suprasistem.
7.
Pengelolaan Sistem (Process)
Suatu system dapat mempunyai suatu bagian
pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8.
Sasaran Sistem (Objectives) atau Tujuan
(Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal)
atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi
sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali,
masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
B.
KLASIFIKASI
SISTEM
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut
pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Sistem abstrak (abstract
system) dan sistem fisik (physical
system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide
yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang
berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan.
2.
Sistem fisik adalah system
yang ada secara fisik. misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
3.
Sistem alamiah (natural
system) dan sistem buatan manusia (human
made system). Sistem alamiah adalh sistem yang terjadi melalui
proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan
interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan man-machine system. Misalnya Sistem Geologi seperti sungai,
pegunungan dan galaxy.
4.
Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem
tak tentu (probabilistic system). Sistem
tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.Misalnya
sistem komputer. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya
tidak dapat diprediksi karna mengandung unsur probabilitas. Misalnya sistem
manusia
5.
Sistem tertutup (closed
system) dan sistem terbuka (open system). Sistem
tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan
lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Misalnya Sistem kebudayaan indonesia.
Sistem yang
baik harus dirancang sedemikian rupa sehingga secara relatif tertutup karena
sistem akan bekerja secara otomatis sedangkan sistem yang terbuka hanya untuk
pengaruh yang baik saja.
III.
KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
Secara umum
data dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengelolaan fakta yang jauh lebih
berharga dan jauh lebih bermakna untuk penerimaan informasi yang menjelaskan
kesempatan nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi dapat
berupa fakta yang telah diproses yang dikaitkan dalam memanfaatkan tindakan
saat pengambilan keputusan.
Ø Pengertian Data Dari Sudut Pandang Yang Berbeda
v Menurut kamus bahasa Inggris Indonesia
Data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari
kata – kata “Datum” yang berarti fakta atau bahan keterangan.
v Dari Sudut Pandang Bisnis “ Business Data Is Data
Organizations Descriptions Of Things (Resource) And Events (Transactions) That
Is Face” jadi data dalam hal ini didebut sebagai data bisnis yang
merupakan deskripsi organisasi tentang suatu kejadian.
IV.
SIKLUS INFORMASI
Pengelolaan
data menjadi suatu sistem informansi dapat di gambarkan sebagai sebuah siklus
yang berkesinambungan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa data diolah
menjadi sistem informasi dan pada tahap selanjutnya sebuah informasi akan
menjadi data untuk sebuah informasi lainnya.
V.
KUALITAS INFORMASI
Tergantung dari tiga hal yaitu :
a. Akurat, berarti
informasi terbebas dari kesalahan – kesalahan yang tidak menyesatkan . Selain
itu Akurat berarti mencerminkan kejelasan dari maksud.
b. Tepat pada waktunya,
berarti informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
c. Relevan, berarti
informasi tersebut memiliki manfaat untuk si pemakainya.
VI.
NILAI INFORMASI
Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya
mendapatkannya.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
VII.
KOMPONEN SISTEM INFORMASI
1.
Komponen Input
Input mewakili
data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan
media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen
dasar.
2.
Komponen Model
Komponen ini terdiri dari kombinasi
prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan
data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.
Komponen Output
Hasil dari
sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4.
Komponen Teknologi
Teknologi
merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima
input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan
mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5.
Komponen Hardware
Hardware
berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem
informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih
mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan
mempermudah kerja dari sistem informasi.
6.
Komponen Software
Software
berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang
diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7.
Komponen
Basis Data
Basis data
(database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu
dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan
perangkat luna untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data
untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data
perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan
berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi
kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan
perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
8.
Komponen Kontrol
Banyak hal yang
dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air,
debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak
efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang
dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat
dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat
diatasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar