Senin, 14 Desember 2015



I.                   KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

A.     PENGERTIAN SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Sistem adalah Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. (Jogiyanto,2005.1).
Dalam mendefinisikan sistem, ada dua kelompok pendekatan yaitu:

1.     Definisi sistem yang menekankan pada prosedurnya
Suatu sistem adalah sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan saling berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam sistem.
Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang mengerjakannya, Kapan (When) dikerjakan dan Bagaimana (How) mengerjakannya.
2.     Definisi sistem yang menekankan pada Elemennya
Komponen – komponen atau sub – sub sistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri lepas sendiri – sendiri akan tetapi saling berinteraksi, yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

B.    KONSEP DASAR SISTEM
Terdiri dari berbagai aspek dan sudut pandang yang berbeda – beda sesuai dengan keterangan dalam hal – hal yang berkaitan dengan sistem memiliki ciri dan karakteristik sebagai berikut :
Gambar konsep dasar Sistem Informasi.
 

C.     PENGERTIAN INFORMASI
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.
D.    PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
II.               SIFAT DAN KARAKTER SISTEM
A.    KARAKTERISTIK SISTEM
1.     Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.
2.     Batas Sistem (Boundary)
Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3.     Lingkungan Luar Sistem (environment).
Apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut.Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.
4.     Penghubung Sistem (Interface)
Media antara suatu subsistem dengan sistem lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Masukan (Input) dari satu subsistem akan menjadi penghubung dengan Keluaran (output).
5.     Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal (signal input). Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6.     Keluaran Sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada suprasistem.
7.     Pengelolaan Sistem (Process)
Suatu system dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
8.     Sasaran Sistem (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

B.     KLASIFIKASI SISTEM
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan.
2.      Sistem fisik adalah system yang ada secara fisik. misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
3.      Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalh sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan man-machine system. Misalnya Sistem Geologi seperti sungai, pegunungan dan galaxy.
4.       Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.Misalnya sistem komputer. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karna mengandung unsur probabilitas. Misalnya sistem manusia
5.      Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Misalnya Sistem kebudayaan indonesia.

Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa sehingga secara relatif tertutup karena sistem akan bekerja secara otomatis sedangkan sistem yang terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.

III.            KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
Secara umum data dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengelolaan fakta yang jauh lebih berharga dan jauh lebih bermakna untuk penerimaan informasi yang menjelaskan kesempatan nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi dapat berupa fakta yang telah diproses yang dikaitkan dalam memanfaatkan tindakan saat pengambilan keputusan.
Ø  Pengertian Data Dari Sudut Pandang Yang Berbeda
v  Menurut kamus bahasa Inggris Indonesia
Data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata – kata “Datum” yang berarti fakta atau bahan keterangan.
v  Dari Sudut Pandang Bisnis “ Business Data Is Data Organizations Descriptions Of Things (Resource) And Events (Transactions) That Is Face” jadi data dalam hal ini didebut sebagai data bisnis yang merupakan deskripsi organisasi tentang suatu kejadian.

IV.             SIKLUS INFORMASI
Pengelolaan data menjadi suatu sistem informansi dapat di gambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa data diolah menjadi sistem informasi dan pada tahap selanjutnya sebuah informasi akan menjadi data untuk sebuah informasi lainnya. 

 V.                KUALITAS INFORMASI
Tergantung dari tiga hal yaitu :
a.       Akurat, berarti informasi terbebas dari kesalahan – kesalahan yang tidak menyesatkan . Selain itu Akurat berarti mencerminkan kejelasan dari maksud.
b.      Tepat pada waktunya, berarti informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
c.       Relevan, berarti informasi tersebut memiliki manfaat untuk si pemakainya.

VI.             NILAI INFORMASI
Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.


VII.         KOMPONEN SISTEM INFORMASI

1.     Komponen Input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
2.     Komponen Model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.     Komponen Output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4.     Komponen Teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5.     Komponen Hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6.     Komponen Software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7.      Komponen Basis Data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat luna untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
8.     Komponen Kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar